Senin, 30 Desember 2013

IPA : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


ISI
A.    Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah perubahan biologis seseorang yang dikarenakan oleh hasil pematangan fungsi fisik yang berjalan secara normal pada anak sehat, dan berjalan pada periode tertentu. Pertumbuhan mempunyai sifat kuantitatif, sehingga pertumbuhan dapat dihitung dan dapat dijadikan acuan sebagai tingkat kesehatan seorang anak, yang mana jika pertumbuhan seorang anak berjalan normal sesuai dengan waktunya maka dapat dikatakan anak tersebut tergolong anak yang sehat.
Perkembangan merupakan perubahan dari aspek psikis seseorang menuju sebuah kesempurnaan. Perkembangan terjadi selama terus menerus dari yang sederhana menjadi kompleks. Perkembangan memiliki periode dan hasil dari perkembangan sebelumnya akan dilanjutkan ke periode waktu berikutnya.
Speaker(1996) dalam Sunarto  dan Agung H(2007;38) mengemukakan dua macam pengertian yang berkaitan dengan perkembangan, yaitu :
1.      Ortogenetik, perkembangan sejak terbentuknya individu baru sampai dewasa.
2.      Filogenetik, perkembangan asal-usul manusia sampai sekarang.
                        



B.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
a.       Faktor sebelum lahir
Keadaananaksaatsebelumlahirataudalamkeadaanmasihberbentukjanin.Faktoriniterdiridari :
1)      Nutrisi yang didapatjanin di dalamkandunganibu.
2)      KeadaanIbusaatmengandungjaninnya, apakah sang ibusehatataumempunyaipenyakit yang dapatmenularkejaninnya, misalnya HIV.
b.      Faktor saat lahir.
Faktorsaatlahirberhubungandengancaraibusaatmelahirkan. Apakahdengancara normal atautidak normal seperticesardandenganbantuantang(tabgver-lossing).
Keadaantekanandindingrahimibusaatakanmelahirkanbayinyajugamemilikipengaruhterhadapsusunansarafnya, yang berakibatpadapertumbuhananaknya.
c.       Faktor sesudah kelahiran.
Sang anak yang mengalamikecelakaansaatbayidapatberakibatcacatfisikpermanen.


d.      Faktor Psikologis.
Perilaku yang diterimaanakdapatmempengaruhiperkembanganpsikisanaktersebut.Jika sang anakseringmengalamidepresiperkembanganpsikisnyadapatberjalandenganlambat.
2.      Faktor yang mempengaruhi perkembangan
Tinggi rendahnya mutu hasil perkembangan peserta didik terdiri dari faktor-faktor sebagai berikut. (Ngalim Purwanto, 1999: 55).
a.       Pembawaan
Pembawaan di tentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang di bawa sejak lahir.
b.      Kematangan
Tiap orang dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
c.       Pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelejensi.


d.      Minat dan pembawaan yang khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.
e.       Kebebasan
Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah.
C.     Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan
Hukum-hukum tersebut Sunarto dan Agung Hartono(2007: 46-49) menulis sebagai berikut :
a.       Hukum Cephalocoudal
Bahwa dalam pertumbuhan fisik khususnya dimulai dari kepala ke arah kaki. Contoh : bayi menggunakan mulut, mata lebih cepat dari pada kaki, tangan.
b.      Hukum Proximodistal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang mengatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ketepi. Alat-alat tubuh di pusat (jantung, hati, paru-paru dll) berfungsi terlebih dahulu dari pada anggota tubuhnya.


c.       Perkembangan terjadi dari umum ke khusus.
Pada setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari hal-hal yang bersifat umum, kemudian sedikit demi sedikit menuju ke hal yang khusus.
d.      Perkembangan berlangsung sesuai dengan tahap perkembangan
Dalam setiap perkembangan terjadi tahap-tahap perkembangan yang mesti dilalui oleh setiap aspek perkembangan. Pada umumnya para ahli membagi tahap-tahap perkembangan manusia sebagai berikut :
1)     Masa pralahir.
2)     Masa bayi (0-2 tahun)
3)     Masa kanak-kanak (3-5 tahun)
4)     Masa abak anak (6-12 tahun)
5)     Masa remaja (13-24 tahun)
a)      Masa awal remaja(13-15 tahun)
b)      Masa remaja ( 16-20 tahun)
c)      Masa akhir remaja(21-24 tahun)
6)     Masa dewasa(25-60 tahun)
a)      Masa awal dewasa(25-30 tahun)
b)      Masa dewasa (31-45 tahun)
c)      Masa akhir dewasa (46-60 tahun)
7)     Masa tua (61 tahun keatas)
8)     Masa lansia (71 tahun keatas)


e.        Hukum tempo dan Irama Perkembangan
Tahap perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus, tetap. Berlaku secara terus umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu.
Gejala kelambatan perkembangan dapat dilihat pada:
1)      Jika pertumbuhan fisik jauh tertingal dengan bayi lain tanpa sebab khusus, maka dapat diupahami fisiknya tergangu.
2)      Jika kemampuan berbicara terlambat dibanding dengan anak lain pada masa perkembangan, diperkirakan fungsi fisiknya mengalami hambatan.
D.     Hakikat Peserta Didik
Peserta didik adalah mahluk yang berbeda dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya. Di dalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlakukan sebgai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar.

E.     Implementasi Dalam Proses Pembelajaran dan Bimbingan di Sekolah
Ada baiknya seorang guru mengimplementasikan pengetahuannya mengenai pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya dalam proses pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Implementasi yang bisa dilakukan guru dalam pembelajaran dan bimbingan di sekolah sebagai berikut:
1.      Guru dapat mengawasi proses pertumbuhan dan perkembangan muridnya.
2.      Guru dapat memberikan arahan kepada peserta didik sesuai bakat yang dimilki peserta didik tersebut agar perkembangannya menjadi lebih baik.
3.      Guru bisa dapat merespon dengan baik perilaku tertentu anak didiknya.












DAFTAR PUSTAKA

Hendri, Agustin. 2001. Psikologi Perkembangan. Bandung: Aditama
Saritetep4. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik (online),(Saritetep4.wordpress.com/2012/01/14/pertumbuhandanperkembanganpesertadidik, diakses tanggal 13 Maret 2013 pukul 19:30 WIB).
Crain, William. 2007. Teori Perkembangan (konsep dan Aplikasi). Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

0 komentar:

Posting Komentar