This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 30 Desember 2013

KETERAMPILAN MENYIMAK

          Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia, Natasasmita Hanapi, Drs.; 1995: 18)
Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).
          “Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983)

           Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
2. Untuk menganalisis fakta
3. Untuk mengevaluasi fakta
4. Untuk mendapatkan inspirasi
5. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri

           Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & Butterfield membedakan menyimak menjadi:
1) Menyimak sederhana
2) Menyimak diskriminatif
3) Menyimak santai
4) Menyimak informatif
5) Menyimak literatur
6) Menyimak kritis

        Jenis-jenis menyimak :
1) Menyimak sosial
Menyimak sosial dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial, seperti di pasar, terminal, stasiun, kantor pos, dan sebagainya. Kegiatan menyimak ini lebih menekankan pada faktor status sosial, unsur sopan santun. dan tingkatan dalam masyarakat.
2) Menyimak sekunder
Menyimak sekunder terjadi secara kebetulan.
3) Menyimak estetik
Menyimak estetika sering disebut menyimak apresiatif. Menyimak estetika ialah kegiatan menyimak untuk menikmati dan menghayati sesuatu.
4) Menyimak Pasif
Menyimak pasif ialah menyimak suatu bahasan yang dilakukan tanpa upaya sadar. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mendengarkan bahasa daerah, setelah itu dalam masa dua atau tiga tahun ia sudah mahir memahami pesan dalam bahasa daerah tersebut.
5) Menyimak Intensif
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.

        Unsur-unsur dasar menyimak ialah (1) pembicara, (2) penyimak, (3) bahan simakan, dan (4) bahasa lisan yang digunakan.
1. Pembicara
Yang dimaksudkan dengan pembicara ialah orang yang menyampaikan pesan yang. berupa informasi yang dibutuhkan oleh penyimak.
2. Penyimak
Penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas.
3. Bahan simakan
Bahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalam menyimak. Yang dimaksudkan dengan bahan simakan ialah pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, atau informasi.
4. Bahasa lisan yang digunakan
Bahasa pembicara yang baik dan benar akan membuat kegiatan menyimak mudah dilakukan karena penyimak dapat mendengarkan bahan simakan dengan jelas. 


IPA : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


ISI
A.    Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah perubahan biologis seseorang yang dikarenakan oleh hasil pematangan fungsi fisik yang berjalan secara normal pada anak sehat, dan berjalan pada periode tertentu. Pertumbuhan mempunyai sifat kuantitatif, sehingga pertumbuhan dapat dihitung dan dapat dijadikan acuan sebagai tingkat kesehatan seorang anak, yang mana jika pertumbuhan seorang anak berjalan normal sesuai dengan waktunya maka dapat dikatakan anak tersebut tergolong anak yang sehat.
Perkembangan merupakan perubahan dari aspek psikis seseorang menuju sebuah kesempurnaan. Perkembangan terjadi selama terus menerus dari yang sederhana menjadi kompleks. Perkembangan memiliki periode dan hasil dari perkembangan sebelumnya akan dilanjutkan ke periode waktu berikutnya.
Speaker(1996) dalam Sunarto  dan Agung H(2007;38) mengemukakan dua macam pengertian yang berkaitan dengan perkembangan, yaitu :
1.      Ortogenetik, perkembangan sejak terbentuknya individu baru sampai dewasa.
2.      Filogenetik, perkembangan asal-usul manusia sampai sekarang.
                        



B.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
a.       Faktor sebelum lahir
Keadaananaksaatsebelumlahirataudalamkeadaanmasihberbentukjanin.Faktoriniterdiridari :
1)      Nutrisi yang didapatjanin di dalamkandunganibu.
2)      KeadaanIbusaatmengandungjaninnya, apakah sang ibusehatataumempunyaipenyakit yang dapatmenularkejaninnya, misalnya HIV.
b.      Faktor saat lahir.
Faktorsaatlahirberhubungandengancaraibusaatmelahirkan. Apakahdengancara normal atautidak normal seperticesardandenganbantuantang(tabgver-lossing).
Keadaantekanandindingrahimibusaatakanmelahirkanbayinyajugamemilikipengaruhterhadapsusunansarafnya, yang berakibatpadapertumbuhananaknya.
c.       Faktor sesudah kelahiran.
Sang anak yang mengalamikecelakaansaatbayidapatberakibatcacatfisikpermanen.


d.      Faktor Psikologis.
Perilaku yang diterimaanakdapatmempengaruhiperkembanganpsikisanaktersebut.Jika sang anakseringmengalamidepresiperkembanganpsikisnyadapatberjalandenganlambat.
2.      Faktor yang mempengaruhi perkembangan
Tinggi rendahnya mutu hasil perkembangan peserta didik terdiri dari faktor-faktor sebagai berikut. (Ngalim Purwanto, 1999: 55).
a.       Pembawaan
Pembawaan di tentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang di bawa sejak lahir.
b.      Kematangan
Tiap orang dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
c.       Pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelejensi.


d.      Minat dan pembawaan yang khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.
e.       Kebebasan
Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah.
C.     Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan
Hukum-hukum tersebut Sunarto dan Agung Hartono(2007: 46-49) menulis sebagai berikut :
a.       Hukum Cephalocoudal
Bahwa dalam pertumbuhan fisik khususnya dimulai dari kepala ke arah kaki. Contoh : bayi menggunakan mulut, mata lebih cepat dari pada kaki, tangan.
b.      Hukum Proximodistal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang mengatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ketepi. Alat-alat tubuh di pusat (jantung, hati, paru-paru dll) berfungsi terlebih dahulu dari pada anggota tubuhnya.


c.       Perkembangan terjadi dari umum ke khusus.
Pada setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari hal-hal yang bersifat umum, kemudian sedikit demi sedikit menuju ke hal yang khusus.
d.      Perkembangan berlangsung sesuai dengan tahap perkembangan
Dalam setiap perkembangan terjadi tahap-tahap perkembangan yang mesti dilalui oleh setiap aspek perkembangan. Pada umumnya para ahli membagi tahap-tahap perkembangan manusia sebagai berikut :
1)     Masa pralahir.
2)     Masa bayi (0-2 tahun)
3)     Masa kanak-kanak (3-5 tahun)
4)     Masa abak anak (6-12 tahun)
5)     Masa remaja (13-24 tahun)
a)      Masa awal remaja(13-15 tahun)
b)      Masa remaja ( 16-20 tahun)
c)      Masa akhir remaja(21-24 tahun)
6)     Masa dewasa(25-60 tahun)
a)      Masa awal dewasa(25-30 tahun)
b)      Masa dewasa (31-45 tahun)
c)      Masa akhir dewasa (46-60 tahun)
7)     Masa tua (61 tahun keatas)
8)     Masa lansia (71 tahun keatas)


e.        Hukum tempo dan Irama Perkembangan
Tahap perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus, tetap. Berlaku secara terus umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu.
Gejala kelambatan perkembangan dapat dilihat pada:
1)      Jika pertumbuhan fisik jauh tertingal dengan bayi lain tanpa sebab khusus, maka dapat diupahami fisiknya tergangu.
2)      Jika kemampuan berbicara terlambat dibanding dengan anak lain pada masa perkembangan, diperkirakan fungsi fisiknya mengalami hambatan.
D.     Hakikat Peserta Didik
Peserta didik adalah mahluk yang berbeda dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya. Di dalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlakukan sebgai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar.

E.     Implementasi Dalam Proses Pembelajaran dan Bimbingan di Sekolah
Ada baiknya seorang guru mengimplementasikan pengetahuannya mengenai pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya dalam proses pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Implementasi yang bisa dilakukan guru dalam pembelajaran dan bimbingan di sekolah sebagai berikut:
1.      Guru dapat mengawasi proses pertumbuhan dan perkembangan muridnya.
2.      Guru dapat memberikan arahan kepada peserta didik sesuai bakat yang dimilki peserta didik tersebut agar perkembangannya menjadi lebih baik.
3.      Guru bisa dapat merespon dengan baik perilaku tertentu anak didiknya.












DAFTAR PUSTAKA

Hendri, Agustin. 2001. Psikologi Perkembangan. Bandung: Aditama
Saritetep4. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik (online),(Saritetep4.wordpress.com/2012/01/14/pertumbuhandanperkembanganpesertadidik, diakses tanggal 13 Maret 2013 pukul 19:30 WIB).
Crain, William. 2007. Teori Perkembangan (konsep dan Aplikasi). Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

MEDIA PEMBELAJARAN (bag.1)

        Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
        Media pembelajaran sangat berguna bagi seorang pendidik seperti guru dalam membantu proses mengajarnya. Semua hal yang ada disekitar kehidupan kita dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran ini proses ajar-mengajar dapat berjalan lebih menarik sehingga anak didik lebih bersemangat dalam mempelajari materi yang disampaikan dengan media tersebut.
        Media pembelajaran terdiri dari beberapa jenis yaitu media audio, media visual, media audio-visual, media cetak dan media berbasis komputer.
        Media pembelajaran audio adalah media yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran yang terpusat pada indra pendengaran berbentuk suara. Contoh media pembelajaran audio adalah kaset tape dan radio. alat yang digunakan untuk membuat media audio ini biasa disebut dengan audio recorder yaitu alat untuk merekam suara. Media audio ini memiliki keunggulan yaitu dapat merangsang imajinasi anak didik untuk dapat mempresepsikan apa yang terkandung di dalam audio tesebut.
        Media pembelajaran visual adalah alat yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran yang terpusat pada indra pengelihatan. Contoh media pembelajaran visual adalah peta, diagram, penampang, dll. Media pembelajaran visual ini memiliki kelebihan dapat memproyeksikan lebih nyata materi yang akan diajarkan. Contohnya pada mata pelajaran IPA bab indra manusia, dengan media penampang dari indra-indra manusia dapat mengetahui secara langsung bagaimana wujud dari indra-indra manusia.
        
....Berlanjut di MEDIA PEMBELAJARAN (bag.2)

KETERAMPILAN BERBAHASA




        Dalam kehidupan sehari – hari pastilah kita melakukan sebuah interaksi dengan orang lain baik langsung maupun tidak langsung. Interaksi yang kita lakukan ini disebut komunikasi. Dalam berkomunikasi ada dua pihak yang terlibat di dalam sebuah komunikasi yakni, pengirim pesan dan penerima pesan.

        Dalam sebuah komunikasi terjadi proses encoding dan decoding.encoding adalah proses penyusunan pesan menjadi simbol – simbol bahasa yang nantinya akan dikirim ke penerima dalam bentuk suara atau tulisan. Decoding adalah proses penerjemahan simbol – simbol bahasa menjadi sebuah pesan. Kedua belah pihak (penerima dan pengirim) masing – masing harus memiliki keterampilan dalam decoding dan encoding. 


        Jenis-jenis komunikasi yaitu sebagai berikut :
 a. Komunikasi satu arah
          seseorang mengirim pesan tetapi Si penerima pesan menerima pesan teapi idak memberikan respon atau memberikan pesan kembali(feedback).
b. Komunikasi dua arah
          pengirim pesan memberikan pesan dan sang penerima pesan memberikan respon berupa pesan yang dikirim kepengirim pesan tadi, contohnya ketika berbicara langsung atau lewat telepon.
c. Komunikasi multi arah
         Melibatkan lebih dari dua orang komunikasi ini, pengirim pesan pertama mengirim ke penerima pesan,si penerima pesan tadi meneruskan pesan ke penerima pesan yang lain, dan seterusnya.

keterampilan berbahasa ini memiliki manfaat yaitu kita bisa mengeluarkan atau menyampaikan ide atau gagasan kita kepada oranglain atau sebaliknya kita dapat menerimadan memahami ide aau gagasan yang orang lain sampaikan kepada kita.